Arsip Penulis

MMC-1 kumpul lagi

Posted: Desember 27, 2010 by ggunawan in Kegiatan
Tag:

Setelah lama tidak ber-mmc ria sejak Idul Fitri kemarin, Minggu 26 Desember 2010 mmc-1 kembali mengadakan pertemuan terakhir ditahun 2010. Pertemuan kali ini awalnya hanya dihadiri Pak Anas dan Pak Sangadi sebagai tuan rumah di jalan Cisanggiri 2D. Entah apa yang dibahas sebelumnya karena saya sendiri datang terlambat. Acara yang dijadwalkan jam 9.00 sementara saya datang jam 10.00menunggu selesai ngelapak di pasar festival. Beruntung minggu ini dagangan di pasar festival/golf sudah habis terjual di jam 8.30 sebanyak 64 potong. 3 Minggu yang lalu ada pelanggan yang berkebangsaan Malaysia mampir di Ayam Bakar MasGun hanya datang berdua,  minggu ini datang lagi bersama 3 orang anaknya dan 1 orang kerabat. Plus 2 porsi dibungkus. Alhamdulillah.

Jam 10.00 tiba dikediaman Pak Sangadi, tampak kandang kelinci-nya sudah tidak ada disitu lagi, dipindahkan ke Cibitung. Pak Sangadi yang sudah pensiun dari perusahaan elektronik asal korea itu saat ini bekerja kembali sebagai tenaga marketing di Bank Syariah nasional. Ada beberapa hal menarik yang patut dicermati dari kinerja bank syariah ataupun dunia perbankan pada umumnya. Calon nasabah yang berstatus karyawan (tetap) diperusahaan bisa mendapatkan pinjaman untuk usaha yang lebih mudah (walaupun usahanya belum jalan) ketimbang calon nasabah non karyawan (swasta) yang usahanya sudah berjalan. Walaupun bisa mendapatkan pinjaman tapi harus disertai dengan jaminan. Selain itu dari segi “bunga” juga lebih tinggi dibanding karyawan swasta. Sebagai perbandingan, karyawan bisa memperoleh pinjaman dengan suku bunga 7 – 12 % pertahun, sementara non karyawan harus mengembalin pinjaman dengan suku bunga 24 %/tahun. Inilah enaknya jadi karyawan.

Pak Anas masih asyik dengan usaha konveksinya. Musim bola AFF ini memberikan peluang kaos bola yang sedang trend.

Kemajuan ngelapak ayam bakar MasGun di pasar festival tidak sejalan dengan warsun-nya yang di Cimandiri 2D. Sehingga mulai berpikir dan searching tempat baru yang lebih strategis. PR selanjutnya adalah mencari lokasi yang lebih strategis.

Tak terasa sudah jam 10.30, kebetulan dihari itu Pak Ipung dari mmc-2 mengadakan grand opening  mie ayam sehari di ruko roxy, maka saya dan Pak Anas berniat menghadiri acara tsb, plus menikmati lezatnya mie ayam sehati yang punya 3 rasa itu, ENAK….., ENAK SEKALI….. dan ENAK BANGET.

Ipung in action, menggiling mie.

Pasar Festival Cikarang

Posted: November 26, 2010 by ggunawan in action, Kegiatan
Tag:,

Pasar Festival Cikarang atau “Golf” sudah dikenal sebagai masyarakat Cikarang sebagai pasar mingguan tempat mencari makanan, pakaian, mainan anak atau sekedar cuci mata. Pasar mingguan yang dikelola oleh Jababeka ini sudah 3 kali pindah lokasi, mulai dari Taman Golf Barat, area Movieland dan saat ini di Botanical Garden Tropikana. Saat ini lebih dari 500 pedagang yang mencoba mengadu peruntungan. Banyaknya pedagang yang terdaftar dipengelola menyebabkan sulit bagi pemain baru untuk bisa berjualan disana.

Cikarang Baru yang dikelilingi oleh perumahan dan kawasan industri menjadikan menjadikan sebagai tempat yang potensial untuk usaha.

Suasana pasar festival Cikarang/Golf

Melihat potensial pengunjung yang begitu besar, Ayam Bakar MasGun mencoba untuk bisa berjualan di pasar festival tsb. Setelah melalui perjuangan panjang akhirnya mulai 14 November Ayam Bakar MasGun mulai jualan di Golf.

 

Walau lapak seadanya namun rasa tetap terjaga.

Lokasi ngelapak yang cukup jauh dari rumah ini kita menggunakan sepeda motor sebagai alat angkut. 1 meja makan dan 1 meja kompor alhamdulillah bisa terangkut. Selepas solat subuh sekitar jam 04.30 mulai mengangkut peralatan ngelapak diiringi gerimis. Dengan 2 motor semuanya bisa terangkut dengan 2 kali bolak-balik dari rumah ke pasar festival. Tak terasa hari udah terang, lapak yang lain sudah siap jualan kita masih sibuk pasang tenda, maklum yang pertama kali pasti terasa berat karena belum terbiasa dengan suasana baru.

Waktu menunjukkan jam 06.00,  penjual makanan yang lain sudah mulai kedatangan pembeli, sementara kita belum ada yang beli. Istriku yang saat itu ikut menjaga lapak sempet down juga, takut dagangannya tidak laku. Begitu juga dengan 2 orang karyawan yang membantu, merasa cemas. Namun saya tetap yakin dagangan pasti terjual. Penghuni Cikarang Baru yang baru pulang jogging maupun bersepeda sengaja mampir ke pasar festival ini untuk sekedar sarapan. Jam 06.30 akhirnya ada seorang ibu bersama keluarganya mampir memesan 6 potong ayam bakar. Alhamdulillah, akhirnya rezeki itu datang juga. Ketika aroma ayam bakar mulai tercium si Ibu menambah pesanannya menjadi 8 potong.

satu porsi ayam bakar yang nikmat siap dihidangkan

Pukul 10.00 dari 52 potong ayam yang kami bawa tersisa 3 potong. Karena pengunjung mulai sepi akhirnya kami berkemas untuk pulang.

Ayam Bakar MasGun hadir di JM Cafe

Posted: Agustus 6, 2010 by ggunawan in kuliner
Tag:

Banner Ayam Bakar

Alhamdulillah, akhirnya Ayam Bakar Pondok Rasa Cimandiri kini bisa dinikmati di JM Cafe. Karena terlalu panjangnya pengucapan Ayam Bakar Pondok Rasa Cimandiri, maka kata tersebut diganti menjadi Ayam Bakar MasGun. Lebih simple, mudah diingat dan mudah diucapkan.

18 Juli 2010, mulai beroperasi di JM Cafe dari jam 16.30 – 22.00 WIB.

Beberapa komentar pengunjung yang pernah menikmati ayam bakar ini rata-rata rasanya enak, mantap, maknyus.

Untuk membuktikan komentar tsb saya coba kross cek ke bagian dapur, terutama pada saat mencuci piring bekas makannya. Tulang ayam tsb bersih dari dagingnya, bahkan tulang-tulang tsb terlihat retak dan pipih karena bekas gigitan yang mencoba menikmati sumsumnya.

Berangkat dari fakta ini kami buat tagline : nikmat hingga gigitan terakhir…

Bagi Anda yang ingin mencoba kuliner yang satu ini bisa datang ke JM Cafe, Jl. Tarum Barat II, Ruko Pavalion Niaga B2/20 Cikarang.

Sambil menunggu pesanan terhidang Anda bisa menikmati fasilitas free hotspot wifi.

Kurang lebih 5 menit pesanan ayam bakar sudah siap terhidang di meja.

Selain ayam bakar ada juga siomay, sop buah, sate kelinci, aneka kopi dingin/panas.

Jika Anda datang pada Sabtu malam, JM Cafe menyediakan life musik. Kalo hobi nyanyi silahkan coba dengan iringan musik dan sound yang mantap.

Selanjutnya sedang mempersiapkan menu Nasi Goreng Mewah, menu nasi goreng yang memenangi “lomba bisnis” yang diadakan oleh komunitas TDA.

Datang dan buktikan….

+++
Ditulis oleh Gun

Akhirnya tibalah waktu yang dinantikan untuk wisata bisnis ke peternakan kelinci Asep Rabbit, Lembang – Bandung. 3 Juli 2010. Pukul 6.25 sudah sampai di depan Alfa Fikrindo, tempat pemberangkatan tapi teman-teman mmc1 belum nampak hadir. Lalu jalan terus menengok JM Studio yang sedang dalam proses pengerjaan Cafe yang hanya berjarak kurang lebih 300 meter dari Alfa Fikrindo. Nampak 5 kavling paving blok tersusun rapi ditaman sebelah JM studio. Tidak berlama-lama kembali lagi ke titik pemberangkatan.

Satu persatu peserta wisata bisnis berdatangan, Pak Agus, Pak Anas dengan membawa gorengan, Pak Rui, Pak Eko, Pak Akur. Pak Sangadi datang hampir terakhir karena terkendala dengan ban motornya yang bocor ditengah jalan. Sementara Sang Ketua Kelas, Pak Mualif datang terakhir hampir jam 8. Tidak menunggu lama rombongan berangkat ke lokasi dengan 2 mobil menyusuri Kalimalang menuju pintu tol Delta Mas lewat tol Cipularang.

Di rest area km 88, co pilot menggantikan Pak Eko yang sejak berangkat seringkali menguap. Walaupun jalan masih pagi tapi kondisi jalanan sudah ramai namun lancar.

Singkatnya cerita tanpa menceritakan macetnya keluar pintu tol pasteur hingga terminal Ledeng, tibalah rombongan di lokasi peternakan pukul 10.50. Tempat parkir yang sempit memaksa kami parkir mepet dinding.

Peserta melihat bagian dalam peternakan Asep rabbit

Tanpa dikomando peserta langsung masuk ke area peternakan yang memang tidak seberapa besar. Peternakan ini memang bukan untuk penggemukan tapi lebih kearah “breeding” untuk menghasilkan bibit kelinci yang terbaik. Dimana seleksi perkawinan kelinci sangat dijaga sekali yang mengharamkan perkawinan sedarah.

Peternakan seukuran ini mempunyai omset 400 juta rupiah

Untuk menjaga kualitas kelinci ini, Pak Asep sangat menjaga asupan nutrisi bagi ternaknya. Nutrisinya dihitung secara cermat dan diformulasikan ke dalam bentuk pakan pelet dengan kandungan protein, kalori, serat yang berimbang.

Kebutuhan akan daging kelinci ini sangat tinggi sementara supply belum mencukupi. Walaupun demikian kelinci yang dihasilkan dari peternakan ini telah menebus pasar ekspor Saudi Arabia, Taiwan, Malaysia dan Singapur dengan kebutuhan rata-rata 40 ton/bulan/negara tujuan.

Tahukah Anda, untuk mendapatkan penghasilan bersih 5juta/bulan hanya diperlukan menjual 100 ekor kelinci dengan perawatan yang tidak terlalu sulit? Kelinci ini sangat cepat sekali perkembangannya. Tahap awal hanya dibutuhkan 10 ekor betina dan 1 ekor jantan. Setelah dikawinkan dan beranak, maka anaknya harus langsung dipisahkan untuk mencegah terjadinya perkawinan sedarah. Dan dalam umur 4 bulan siap dipanen. Namun karena tingginya permintaan kelinci yang berusia 45 hari sudah bisa dijual. Dalam jangka 1 tahun maka sudah bisa menghasilkan 1600 ekor kelinci.

Apa kelebihan daging kelinci dibanding hewan lain?

Menurut penelitian daging kelinci adalah daging terbaik karena lebih mudah diserap tubuh dibanding daging hewan lain. Selain itu daging kelinci juga bisa digunakan untuk mengobati sakit asma.

Sate kelinci dengan bumbu kacang

Awalnya penulis sendiri tidak tega memakan daging kelinci karena masih terbayang imutnya hewan mamalia satu ini. Namun setelah mendengar penjalasan tentang keunggulannya maka tanpa ragu-ragu penulis pun memesan sate kelinci untuk makan siang hari itu. Udara Lembang yang sejuk dan cenderung dingin sangat cocok dengan minuman bandrek yang menghangatkan tubuh.

+++
ditulis juga di blog pribadi