Tips Wirausaha : Cara Pandang Persaingan Bisnis

Posted: Juni 12, 2012 by Ipung in Baik Sangka, Berbagi
Tag:,

oleh : Masim Vavai

milist TDA Bekasi ~ Barusan tertarik membaca email dari pak Anto Sarung : “terkadang banyak juga yg ‘alergi’ saat jualan trus ditemeni ma penjual lain. apalagi kalo jualannya mirip2 atau malah sama…. masih blum yakin soal ‘kepastian jatah rizki’…. he… he… gemblung banget…” Mungkin masih bisa nyambung buat diskusi 🙂 http://vavai. com/2011/ 01/19/tips- wirausaha- cara-pandang- persaingan- bisnis/ Banyak wirausahawan atau pengusaha yang merasa khawatir jika ada usaha yang sama atau sejenis yang muncul di lokasi yang berdekatan.

Usaha sejenis ini dianggap sebagai pesaing yang akan mengambil market share yang dituju. Pola pikir ini tidak salah, meski juga tidak sepenuhnya benar. Usaha sejenis yang muncul di lokasi yang berdekatan memang bisa menjadi pesaing yang kemungkinan akan mengurangi omset namun bukan berarti tidak bisa diatasi.

Persaingan bisnis adalah sesuatu yang manusiawi dan natural. Kita tidak mungkin membangun usaha yang menguntungkan dan berharap tidak akan ada pesaing yang muncul. Membangun rumah makan diatas pegunungan saja bisa mendapat saingan dari usaha lain yang mirip, apalagi jika kita membuat usaha di lingkungan yang ramai dan banyak calon konsumen.

Lihat saja saat ramai-ramai orang beternak jangkrik karena berita bahwa beternak jangkrik sangat menguntungkan. Ramai-ramai bisnis pulsa, cacing tanah, pisang pontianak, kelapa bakar dan lain-lain. Sesuatu yang menguntungkan pasti akan menimbulkan pesaing. Karena persaingan merupakan hal yang natural, persaingan bukanlah sesuatu yang harus dihindari.

Ubahlah cara pandang persaingan sebagai sesuatu yang merugikan menjadi peluang untuk meningkatkan omset. Contoh mudahnya adalah para pedagang telepon seluler atau komputer.

Alih-alih meniadakan persaingan, mereka biasanya justru berkumpul disuatu tempat dan membentuk semacam pusat perkulakan. Misalnya Harco Mangga Dua, Mangga Dua Mall dan Glodok, terkenal sebagai pusat komputer atau Roxy yang terkenal sebagai pusat seluler. Meski harga disana tidak selalu lebih murah, calon pembeli mau datang karena beragamnya pilihan yang tersedia.

Saat saya berkunjung ke Kebumen, di sepanjang jalan Banyumas-Banjarnega ra ada berderet-deret penjual Dawet Ayu (AKA es Cendol) yang hampir semuanya sama. lengkapnya ikuti ini… klik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s