Syamsu Irman Berbagi Ilmu, Berbagi Berkah

Posted: November 1, 2010 by Ipung in Berbagi, Kegiatan, kuliner, pelatihan
Tag:, , ,

Sumber : http://bataviase.co.id/node/299692 

18 Jul 2010 • Hiburan • Warta Kota

Bila Anda sedang bingung memilih bisnis, kenapa tidak belajar saja kepada Syamsu Irman (46), untuk membuka usaha mi ayam. Murah, mudah, dan tidak ribet. Selain bisnis, dia juga memberi pelatihan. “Kebanyakan peserta pelatihan mi ayam Sehati adalah karyawan yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan, atau karyawan kontrak yang sedang menyiapkan diri untuk membuka usaha mandiri, di samping orang yang belum memiliki pekerjaan alias pengangguran,” ujar pendiri mi ayam Sehati, Syamsu Irman kepada Warta Kota, belum lama ini.

Usaha mi ayam Sehati merupakan usaha bersama delapan anggota mastermind komunitas Tangan Di Atas (TDA) Cikarang yang kini lebih fokus pada usaha pelatihan bisnis. Hingga kini. Syamsu sudah melatih sekitar 600 orang dari berbagai daerah. Mereka diajarkan membuat mi ayam sekaligus cara mengelola usaha tersebut. Diakuinya, peserta terbanyak yang mengikuti workshop adalah para anggota TDA, sebagian lagi para pensiunan dari instansi pemerintah dan BUMN serta perorangan. Terakhir dia melatih 40 orang dalam uxrk-shop yang digelar TDA Depok. Terbanyak, dia pernah melatih 300 orang dalam Milad TDA Bekasi ke-2, beberapa bulan lalu. Adji Wardojo, Ketua TDA Kota Depok, menyatakan, dia sengaja mengundang Syamsu Irman untuk memberikan inspirasi kepada para anggota yang masih bingung memilih bidang usaha yang akan digelutinya. Saat Ini, katanya, banyak anggota TDA Depok yang masih berstatus karyawan dan mereka ingin segera “action”. “Pelatihan ini merupakan salah satu solusi untuk mereka, karena selain Ilmunya mudah dikuasai, modalnya juga tidak besar. Dengan modal Rp 300.000. kata pak Syamsu, orang sudah bisa jualan mi ayam,” ujarnya.

Menurut Syamsu, untuk membangun usaha mie ayam Itu murah, mudah enggak pakai ribet. Untuk Ikut pelatihan, peserta hanya bayar Rp 20.000 per orang. Asal mengikuti dengan sungguh-sungguh,peserta sudah bisa mahir membuat ml ayam. “Untuk membuka usahanya tak butuh modal besar,” kata Syamsu. Tidak heran bila sejumlah peserta segera action membuka kios mi ayam. Misalnya, Ari Oni, mantan karyawan Giant, membuat kios bersama lima kawannya di mastermind The Jatis (Jatiasih), TDA Bekasi. Ari Oni membuka kios tersebut di Kranggan tanggal 1 Juli lalu, tidak lama setelah mengikuti pelatihan tersebut. Mereka membuka kios itu, bukan sajakarena melihat pasarnya yang prospektif tapi juga ingin berbagi berkah dengan Jalan membuka lapangan kerja. “Saat ini, Alhamdulillah, sudah laku 30 mangkok per hari. Untuk meningkatkan omset, perlu promosi lebih gencar lagi. Kamijuga sudah merekrut tiga karyawan dari warga sekitar. Mereka anak-anak lulusan SMA, biar sekalian mereka belajar bisnis,” tambah Ari Oni. Emperan toko Menurut Syamsu, minat masyarakat untuk mengikuti pelatihannya cukup besar.

Buktinya, jadwal workshop selalu penuh. Dalam workshop itu, peserta dilatih untuk membuat mi hijau, bumbu minyak, bumbu mi ayam, membuat k.illu. membuat pangsit goreng/basah hingga pengetahuan manajemen membangun usaha mi ayam. “Semuanya bisa mereka kerjakan sendiri, dengan kreativitas masing-ma1-sing. Dari saya, mereka hanya membeli biang mi agar kualitas ml terjaga dan memenuhi standar,” ujar Syamsu yang pernah memiliki warung mi ayam di emperan toko di Karawang.

Usaha lapak Syamsu itu hanya bertahan dua tahun karena tenaga kerjanya pulang kampung, sementara dia sibuk bekerja di sebuah pabrik kabel milik PMA Jepang. Tapi, sebelum lapaknya ditutup, Syamsu sempat berbagi ilmunya kepada teman-teman yang berminat buka usaha mi ayam. “Mereka bukan sekadar belajar dari saya, tapi juga meminjam nama usaha saya. Mereka Juga memakai nama Perto, singkatan dari emperan toko,”ujar Syamsu. Beberapa mitranya membuka lapak mi ayam di berbagai daerah seperti Bali, Tangerang, dan Lippo Cikarang. Tapi karena kesulitan membagi waktu, akhirnya usaha mi ayam itu saya tutup. Peralatannya saya kasih saja kepada orang yang berminat membuka usaha mi ayam,” ujarnya. Syamsu mengaku belajar membuat dan berdagang mi ayam dengan mengikuti kursus di Jakarta, tapi dia mendapat resep mi ayam yang enak setelah melakukan eksperimen selama 1,5 tahun. Kesenangan Syamsu berbagi Ilmu semakin terbuka setelah bergabung dengan TDA Bekasi bulan April 2009. (ties) 

Ringkasan Artikel Ini :  “Kebanyakan peserta pelatihan mi ayam Sehati adalah karyawan yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan, atau karyawan kontrak yang sedang menyiapkan diri untuk membuka usaha mandiri, di samping orang yang belum memiliki pekerjaan alias pengangguran,” ujar pendiri mi ayam Sehati, Syamsu Irman kepada Warta Kota, belum lama ini. Usaha mi ayam Sehati merupakan usaha bersama delapan anggota mastermind komunitas Tangan Di Atas (TDA) Cikarang yang kini lebih fokus pada usaha pelatihan bisnis. Dari saya, mereka hanya membeli biang mi agar kualitas ml terjaga dan memenuhi standar,” ujar Syamsu yang pernah memiliki warung mi ayam di emperan toko di Karawang. Syamsu mengaku belajar membuat dan berdagang mi ayam dengan mengikuti kursus di Jakarta, tapi dia mendapat resep mi ayam yang enak setelah melakukan eksperimen selama 1,5 tahun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s