Ketika Bisnis Harus Memilih

Posted: Juli 23, 2010 by Faisal Mahbub in Uncategorized

Kisah berikut ini menceritakan pengalaman langsung yang dialami oleh saya dan isteri ketika harus membuat sebuah keputusan dalam konteks bisnis.  Keputusan ini tentu saja dilatarbelakangi dengan pertimbangan2 bisnis  yang didasari dengan prinsip efektif dan efesien, membaca peluang, dan menakar keuntungan.

Seperti diketahui, selain saya menjalankan usaha distro OPS ‘aseli ti bandung’, saya bersama isteri adalah pemegang waralaba ‘Semerbak Coffee’ sebuah bisnis minuman coffee blending dengan konsep booth outlet.  Sejarah kami memasuki bisnis ini adalah ketika ada acara reuni SMPN 3 Jakarta, dimana isteri saya adalah salah seorang alumninya, bertemu dengan Bp Muadzin yang ternyata adalah salah satu pendiri dan pemilik Semerbak Coffee.  Mungkin karena satu alumni, tanpa banyak kesulitan kami mendapatkan kesempatan untuk bermitra menjalankan bisnis waralaba ini di Cikarang.

Saat itu yang terpikir adalah membuka outlet di Lippo Mal Cikarang, hanya saja permintaan kami masuk dalam daftar tunggu karena ada outlet lain yang sama dan sejenis tetapi menggunakan merk lain.  Kami tidak bisa menunggu, pilihan berikutnya adalah Plaza JB.  Di tempat inilah kami bisa mendapatkan kavling dan mulai menjalankan usaha ini pada bulan Februari 2010.  Sudah lazim dalam dunia bisnis ada yang disebut target penjualan.  Kami menargetkan penjualan sebanyak 30 cup per hari untuk mencapai Break Even Point (BEP) dalam jangka waktu 6 (enam) bulan, dan kenyataan di lapangan adalah target itu bisa dicapai pd waktu hari Sabtu dan Minggu (week end) sedangkan sisa harinya penjualan kami dibawah target yang ditetapkan.  Kami tetap bertahan dan terus berpikir untuk melakukan manuver2 untuk mendongkrak penjualan.

Lalu, datanglah kesempatan itu.  Ketika saya berbincang-bincang dengan Pak Ruwiyono Hadi, pemilik kursus musik JM dimana puteri sulung saya Ola adalah murid kursus piano disana, Pak Rui (demikian beliau biasa disapa) mempunyai rencana untuk membuka Café di depan studio musiknya.  Naluri bisnis sy saat itu langsung mengatakan bahwa ini sebuah kesempatan untuk meningkatkan omzet penjualan semerbak coffee yg sedang berjalan.

Saya dan isteri melaksanakan perundingan khas kami, yaitu di dapur.  Sambil menikmati kopi pagi dan sang isteri memotong bawang merah untuk menyiapkan nasi goreng sarapan kami, mulailah kami membahas kemungkinan memindahkan bisnis semerbak coffee dari Plaza JB ke Café JM.  Suasana saat itu mirip diskusi ekonomi antara Sri Mulyani dan Faisal Basri….. dari mulai anilisis SWOT sampai dengan analisis keuangan model terbaru (harap maklum saja, isteri saya seorang factory account di sebuah perusahaan besar) semua dikupas tuntas diselingi dengan teriakan anak2 kami yang sudah mulai kelaparan minta sarapan.

Dan inilah minutes of meeting rapat ekonomi yang dilaksanakan di dapur rumah kami itu :

  • Bertahan di Plaza JB akan menambah masa pengembalian modal dikarenakan target penjualan per hari tidak tercapai.
  • Lokasi Café JM sangat strategis yaitu di jalan Tarum Barat II yang merupakan jalur utama alternative untuk keluar masuk ke kawasan Jababeka II.
  • Biaya sewa tempat dan overhead lebih murah sehingga bisa menekan biaya operasional.
  • Café JM adalah berlokasi di JM musik studio, yang sudah mempunyai cukup banyak murid yang umumnya adalah anak2 sampai remaja. Ini adalah potential captive market yang tidak boleh dilewatkan.
  • Proses pemindahan booth akan menimbulkan persoalan teknis, tetapi kami sepakat akan dihadapi bersama.
  • Dan terakhir tetapi yang paling utama adalah semua kami serahkan kepada Sang Maha Pengatur Kehidupan, Tuhan YME.  Kami hanya melaksanakan tugas2 sebagai manusia yg sedang berjuang memperbaiki keadaan dan Tuhan akan menjalan tugasNYA sebagai Sang Maha Pemberi Rahmat.

Mulailah kami menjalankan proses pemindahan booth semerbak coffee dari Plaza JB pertengahan bulan Juli 2010, yang ternyata diwarnai dengan suka dan duka.  Saat itu, setelah kami sudah berhasil membongkar booth, kami berniat untuk mengangkut menggunakan mobil milik kami.  Ya, betul… tujuannya supaya lebih irit.  Tetapi apa daya, setelah dibolak-balik booth itu tetap tidak bisa masuk kedalam mobil kami.  Lalu pandangan saya tertuju kpd sebuah mobil box yang sedang parkir tak jauh dari tempat kami.  Saya menawarkan untuk meminta jasa sang sopir yang sedang tiduran di belakang kemudi.  Ternyata dia sedang menunggu barang yang akan diangkut dan masih punya waktu beberapa jam luang.  Singkat kata pak sopir bersedia membantu.  Tanpa kesulitan berarti semua booth dengan sekejap sudah ada di dalam mobil box itu.  Mulailah perjalanan pemindahan booth itu.

Bagi mereka yang tinggal di kawasan jababeka II Cikarang Baru sudah pasti tahu bahwa untuk memasuki kawasan pemukiman ini dihadang dengan banyak portal.  Bukannya kami tidak tahu tentang ini, tetapi tidak ada salahnya mencoba siapa tahu mobil box ini bisa melewati portal.

Benar juga, mobil box ini tidak bisa melewati portal di jalur jl Tarum Barat padahal lokasi café JM sudah terlihat dari jauh.  Cari solusi, jalan melingkar.  Lalu kami berbelok-belok mencari jalan alternative melalui jalan2 kecil jalur jl. Singa raya, jl. Rusa, jalan kampung yang tidak ada namanya, dan…. Terhadang lagi portal di kawasan jl. Kelinci. Alamak…

Akhirnya, atas inisiatif teman saya yang membantu, dianjurkan untuk meminta bantuan si Engko Halim, bos nya material Fajar Jaya agar bisa meminjam mobil carry bak yang ukurannya lebih kecil sehingga bisa menembus portal.  Singkat kata, atas kebaikan hati Engko Halim kami diberi pinjam mobil carry bak nya.  Dan booth yang sudah dibongkar itu di-pindahmobil-kan di depan material.

Tanpa hambatan yang berarti, selanjutnya booth itu sampailah di pelataran café JM untuk di re-build lagi.  Saat itu bertepatan dengan soft launching café JM dan booth semerbak coffee sudah berdiri di sana.

Dan apa yang terjadi pada hari-hari awal beroperasinya semerbak coffee di café JM, membesarkan harapan kami.  Omzet penjualan pada hari kerja (senin s.d. jum’at) jauh melebihi di tempat yang lama.  Itu berarti kalau omzet week-end juga bisa melebihi paling tidak sama dengan yang terdahulu maka kami bisa mengatakan bahwa kami tidak salah dalam memilih keputusan…. Paling tidak sampai saat ini.

Kisah ini kami ceritakan kepada pembaca sekedar berbagi pengalaman, bahwa tidak usah ragu dalam mengambil keputusan.  Disaat harus memilih, pertimbangkanlah masak2 berbagai faktor yang terlibat.  Selanjutnya serahkan semua sisanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang akan menentukan proses finishing touch nya.

Terima kasih.

Salam hangat,

Faisal dan Ita

http://opsdistro.wordpress.com/

http://faisalmahbub.blogspot.com/

Iklan
Komentar
  1. samsudin berkata:

    Mantap boz …. yang Penting APH kalau kata pa ato (ACTION , PIKIR , HITUNG)
    ceritanya Luar biasa bisa di jadikan inspirasi bisnis buat rekan-rekan yang lain

    salam sukses

    samsudin
    http://siomaybandung.wordpress.com

  2. Mie Sehati berkata:

    Wah ceritanya seru pak

    Hahaha…
    kalau ketahuan produser film bisa dijadikan sinetron tuh

    pasti asyik kalau suasana di dapur dijadikan tema sentral
    tapi jadi kayak drama Kramer vs Kramer nih
    tapi endingnya beda

    salut deh

    semoga sukses mulia, amin

    salam sehati

  3. Mie Sehati berkata:

    Nambah komentar lagi sedikit

    tulisanini menarik karena disamping cerita ada gambarnya juga

    bandingkan dengan tulisan yang pertama,
    menarik tapi gak ada gambar
    bisa dianggap HOAX tuh kalau gak pake gambar

    hahaha….

    • opsdistro berkata:

      Pak Eko,

      Terima kasih komennya, suasana diskusi di dapur sudah sy persingkat deskripsinya, sebenarnya jauh lebih dramatis pak.. hahahaha.

      Soal tulisan pertama memang gak ada gambar krn itu tulisan percobaan di blog ini, sekarang sy sudah paham bagaimana memasukan/menyisipkan gambar dalam tulisan… hehehehe.

  4. Muadzin Jihad berkata:

    Pa Faisal & bu Ita, mantab nih sharingnya.
    Semoga outlet Semerbak nya makin laris & berkah.
    Ijin copy link blog nya pa.

    salam,
    Muadzin

    • Faisal Mahbub berkata:

      Pak Muadzin Jihad,

      Terima kasih sudah berkunjung ke blog kami ini. Memang ini blog mastermind Cikarang TDA Bekasi, jadi masih rame2 posting disini. Beberapa member (termasuk saya) dipercaya menjadi adminnya sehingga saya bisa menulis tentang Semerbak Coffee dimana istri saya adalah pemegang hak waralaba untuk daerah Cikarang. Dengan senang hati silakan dicopy link ke blog bapak.

      Salam,

      Faisal & Ita

  5. ratna berkata:

    semoga sukses pak

  6. furqoni berkata:

    Assalamu’alaikum wr wb.

    terima kasih Pak untuk sharing infonya, alhamdulillah saya baru saja bermitra dengan semerbak coffe dalam hitungan hari tepatnya kemaren pada hari senin tanggal 1 April 2013. semoga dapat tertular dengan kesuksesan pak Muazin dan pak Faisal. rencana akan buka outlet di Giant Larangan insya allah pada minggu kedua april 2013 (Mbak Murti, konfirmasi dengan kantor Semerbak Coffe. )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s