Arsip untuk Juli, 2010

TDA Cikarang – Baru semalam (July 26 ) sempat nongkrong dan mecicipi lejatnya Sate Kelinci di Jaguar Music Café. 2 Porsi Sate Kelinci saya pesan. 1 Porsi untuk di makan sendiri dan 1 Porsi lagi di bawa buat Istri di rumah.

Dilokasi ternyata sudah banyak yang makan dan minum-minum, Ada Ownernya Milis Cikarang Baru..Pak De War..dkk.

Sambil di iringi alunan musik yang merdu dari Pianis CIMART Om Faishal – Owner Ops Distro/Coffe Semerbak, suasana makin asyiiik…dan makanpun makin enak..

Selain itu dilokasi juga tersedia Internet Connection, jadi selain makan dan minum, kita bisa meeting sambil Browsing dan Update Status di FB…upsss… 

Menu-menunya sangat lengkap…ada Siomay, Ayam Bakar , Sate Kelinci, Sop Kelinci dll. ( Wawan-Netcomm )

Napak Tilas Ke Kota Banjaran

Posted: Juli 26, 2010 by Faisal Mahbub in Uncategorized
Tag:, ,

Ketika belum tuntas membaca satu halaman surat kabar pagi, tiba-tiba aku dikejutkan dengan bunyi musik ‘Paradise City’ dari super group Guns and Roses… ahh, itu bunyi ringtone HP ku.  Ketika aku tengok ‘incoming call’ rupanya dari Mamah di Bandung, buru-buru aku jawab panggilan itu.

Terdengar suara yang sangat tidak asing bagiku… ‘ assalamualaikum Aa, bisa ke Bandung gak hari minggu besok. Uci, keponakanmu, mau ada yang melamar’.  Lalu aku jawab : ‘Insya Allah Mamah, Aa pasti datang. Dimana acaranya ?’, dan Mamah menjawab singkat ‘ di Banjaran…’

Banjaran…. Ahh, pikiranku segera tertuju kepada ingatan masa kecil ketika diajak beranjangsana oleh orangtuaku ke kota kecil di sebelah selatan kota Bandung itu, seraya aku menutup pembicaraan itu dengan saling mengucap salam.

Hari Minggu, tanggal 25 Juli 2010, jam 6.00 pagi aku memulai perjalanan ke Bandung dan dilanjutkan ke kota Banjaran dengan semangat napak tilas ke kota kecil itu disamping memenuhi undangan Mamah untuk menghadiri acara lamaran, keinginan terbesarku adalah mendapatkan makanan favoritku semasa kecil yang memang berasal dari daerah ini yaitu Borondong Garing, jenis makanan ringan yang terbuat dari jagung kering yang digiling halus dicampur dengan gula aren dan dicetak menjadi bola-bola kecil.  Inilah ‘pop corn’ tempo doeloe.

Tidak hanya borondong garing yang bisa dihasilkan di daerah ini.  Ada kawasan yang bernama Ciherang, yang menjadi favorit ibu-ibu untuk mengunjunginya, pasalnya di sini adalah sentra penjualan rujak. Ya, rujak… yang sehari-hari bisa kita lihat abang-abang penjaja rujak melewati rumah kita.  Rujak seperti itu.  Tapi jangan tanya soal Rujak Ciherang, konon penjualannya sudah go international.  Makanan wajib untuk para jemaah haji (ibu-ibu tentunya) yang berasal dari Jawa Barat yang harus dibawa ke Tanah Suci.

Lalu ada opak asin dan manis.  Makanan ini biasa dijumpai ketika perayaan lebaran tiba.  Hampir di setiap keluarga di Jawa Barat selalu menyediakan makanan ini.  Sejenis makanan kering yang terbuat dari beras ketan.

Kesan pertama ketika memasuki alun-alun kota Banjaran, tidak banyak berbeda dengan kota-kota lainnya di Jawa Barat, ramai dan padat.  Mesjid kota masih berdiri gagah di antara bangunan pertokoan modern.  Lapangan alun-alun sudah tanpa rumput sekali.  Dan ini dia, angkot yang beraneka warna selalu saja menjadi biang masalah di jalanan.

Suasana kota Banjaran saat ini.

Namun kepenatan di jalanan kota, segera sirna diganti dengan keindahan alam dimana lokasi acara itu dilangsungkan.  Aihh, pintar juga kakak iparku memilih lokasi kediamannya di tengah2 persawahan dan kebun kopi.

Sisi indah kota Banjaran

Singkat cerita, sesudah acara lamaran selesai kami sekeluarga segera pamit dan aku sendiri sudah tidak sabar lagi untuk mencari apa yang sepanjang hari itu diidam-idamkan.  Ketika mobil kami dalam arah kembali ke Bandung memasuki daerah Ciherang, terlihatlah sebuah toko yang… Masya Allah, tidak berubah sama sekali sejak dari dulu ketika aku kecil dengan papan nama sederhana tetapi sangat legendaris ‘Rudjak Ciherang’.

Papan nama yang legendaris itu.

Segera saya melesat keluar dari mobil dan memburu toko itu. Dan sesaat mataku terpana kepada satu kantung plastik yang berisi bola-bola jagung kering. Ya, itu borondong garing. Segera aku pesan beberapa kantung, tidak lupa pula bumbu rujak Ciherang yang akan aku persembahkan kepada isteri di rumah.

Borondong Garing dan Bumbu Rujak,

Tunai sudah janji bhakti ini.  Makanan-makanan itu aku dekap terus selama perjalanan pulang.  Aku pandangi borondong itu, dan pikiranku dipenuhi oleh peristiwa-peristiwa indah masa lalu.  Ketika pulang ngaji di madrasah, mencari belut di pematang sawah, senyum ramah almarhum kakek yang selalu menawarkan borondong kepadaku, balapan lari dengan teman-teman semasa kecil dengan garis finish di warung penjual borondong.

Senyum kecil tersungging, harga makanan ini tak seberapa.. tapi nilai kenangannya sangat tidak ternilai.

Ditulis oleh,

Faisal Mahbub

http://faisalmahbub.blogspot.com/

http://www.facebook.com/faisal.mahbub

Siomay Bandung memang “beda”

Posted: Juli 24, 2010 by Kompor Narsis Cikarang in kuliner
Tag:, , , , ,

Begitu terlihat istri keluar dari DAMRI, setelah selesai mengadakan pelatihan Mie Ayam Sehati di Surabaya, maka mobil segera kuhidupkan dan meluncurlah kami berdua meninggalkan terminal DAMRI JB Plaza.

“Mau makan Siomay Bu?”, kataku membuka percakapan setelah istriku mencium tanganku (bukan cium pipi atau b***r lutut)

“Mau”, jawab istriku singkat, barangkali masih kecapekan menempuh perjalanan Surabaya Jakarta dan ada sedikit penundaan sekitar sejam lebih sedikit.

Beli satu macam masakan dan nikmati hotspot gratis

Beli satu macam masakan dan nikmati hotspot gratis

Akhirnya mobil meluncur ke Cafe JM. Wow malam minggu di JM ramainya luar biasa. Barangkali banyak hal yang bisa didapat selama nongkrong di JM ini.

Hotspot gratis, suasana yang temaram dan pastinya makanan yang murah meriah.

“Ngersaken sate kelinci?” (Ingin sate kelinci?)

“Wah hari ini jatahnya makan Siomay, setelah kemarin makan Ayam Bakar mas Gun”, jawabku

Dengan tetap tersenyum sang penerima tamu di JM itu langsung menyilahkan aku duduk dan dalam waktu tidak terlalu lama dua porsi Siomay sudah terhidang di meja.

Saat aku mau makan, aku baru ingat kalau habis makan malam dengan tim Band Waskita.

“Waduh lupa. Sudah makan nih”, kataku

“Gak papa pak, makan lagi saja”, kata penjual Siomaynya

Akhirnya karena sudah dihidangkan, maka kumakan jug aSiomay di depanku dan aku terbelalak kaget.

“Ups…enak banget Siomay ini. Pakai apa rahasianya?”

“Pakai macem-macem pak. Ada udang ada ikan ada…”, belum habis ceritanya sudah ada anak kecil yang datang menghampiri sang penjual. Lucu banget anak itu, sehingga perhatian kita terpecah pada sang anak.

Akupun melanjutkan acaraku makan Siomay, sampai akhirnya ingat bahwa aku belum mengabadikan Siomay itu. Kuambil gitar camera Canon SX210IS dan kuarahkan mocong camera ke piring Siomay itu.

Piring warna merah, lampu juga merah, Siomaynya jadi merah juga

Piring warna merah, lampu juga merah, Siomaynya jadi merah juga

Warna piring yang merah dan lampu temaram yang juga berwarna merah membuat penampilan Siomay terasa makin eksotik. Rasanya memang “beda” dengan Siomay yang pernah kubeli dimanapun aku belinya.

Kalau belum nyoba rasanya hidup ini belum  “pas”, hehehe…..iklan buat sesama penyedia wisata kuliner Cikarang dan sekitarnya. Namun kalau ada yang meragukan rasa Siomay ini, maka silahkan datang saja ke Cafe JM dan buktikan bahwa perkatanku memang benar-benar mencerminkan kebenaran sejati yang hakiki (halah!).

Pendek kata, bagi yang percaya kelezatan Siomay bandung, silahkan mengamini postingan ini dan bagi yang belum percaya dengan kenikmatan Siomay Bandung ini dipersilahkan untuk mencobanya. Kalau masih belum puas, maka ada sop buah di cafe JM ini yang penampilannya cukup “wah” dan rasanya lengkap (kecut, manis, segar dan tidak asin).

Salam Siomay.

Angkringan Jogja MMC4

Posted: Juli 24, 2010 by Kuliner klub in kuliner
Tag:, , , , ,

Siang ini bingung mau makan siang dimana, sampai akhirnya ingat pernah janji untuk makan di Angkringan Jogja di Lippo.

Alhamdulillah, hari ini janji itu lunas sudah. Aku dapat menyantap makan siang dengan nikmat, dengan ditemani sebuah paha ayam dan sebotol teh (bukan teh botol).

warna gudegnya sudah bikin ngiler dulu

warna gudegnya sudah bikin ngiler dulu

Pertama tentu difoto dulu sebelum dimakan.

Selanjutnya makan kreceknya dulu. Kalau kreceknya enak, biasanya gudegnya juga enak.

Ternyata kreceknya memang enak. Jadi ujian pertama sudah lolos.

Kulihat ada sambel yang beda dengan sambel yang ada di gudeg yang umum kujumpai. Kayaknya bukan sambel uleg tapi sambel buatan pabrik.

Rasanya tentu saja standard sambal pabrik.

Setelah itu mulai nyoba gudegnya. Cocok!

Ujian yang ke dua juga lulus.

Ujian lainnya adalah ayam dan nasinya. Mestinya ada juga ujian untuk telor, soalnya tidak banyak penjual gudeg yang bisa menyajikan telor dengan rasa yang khas Jogja.

Ayam cukup empuk dengan rasa yang memadai. Begitu juga nasinya tidak terlalu keras dan tidak lembek.

pasutri pelanggan angkringan JogJa

pasutri pelanggan angkringan JogJa

Kesimpulannya, bisa direkomendasikan untuk menjadi pilihan saat kepingin Gudeg Jogja.

Saran saya kalau makan berdua, beli saja tiga porsi, kalau satu orang satu porsi kayaknya masih harus nambah lagi.

Harga nasi gudeg ayam (paha bawah) 19.500.

Harga Klas Mall

Harga Klas Mall

Kalau saja Angkringan Jogja ini ikut gabung dengan Cafe JM, kayaknya bisa laris manis, dengan catatan ada penyesuaian harga. Segmen pasar yang berbeda mungkin perlu harga yang berbeda pula.

Selamat menikmati lezatnya Gudeg Jogja versi MMC4 ++ di Cafe JM (bener nggak nih? CMIIW)

Ketika Bisnis Harus Memilih

Posted: Juli 23, 2010 by Faisal Mahbub in Uncategorized

Kisah berikut ini menceritakan pengalaman langsung yang dialami oleh saya dan isteri ketika harus membuat sebuah keputusan dalam konteks bisnis.  Keputusan ini tentu saja dilatarbelakangi dengan pertimbangan2 bisnis  yang didasari dengan prinsip efektif dan efesien, membaca peluang, dan menakar keuntungan.

Seperti diketahui, selain saya menjalankan usaha distro OPS ‘aseli ti bandung’, saya bersama isteri adalah pemegang waralaba ‘Semerbak Coffee’ sebuah bisnis minuman coffee blending dengan konsep booth outlet.  Sejarah kami memasuki bisnis ini adalah ketika ada acara reuni SMPN 3 Jakarta, dimana isteri saya adalah salah seorang alumninya, bertemu dengan Bp Muadzin yang ternyata adalah salah satu pendiri dan pemilik Semerbak Coffee.  Mungkin karena satu alumni, tanpa banyak kesulitan kami mendapatkan kesempatan untuk bermitra menjalankan bisnis waralaba ini di Cikarang.

Saat itu yang terpikir adalah membuka outlet di Lippo Mal Cikarang, hanya saja permintaan kami masuk dalam daftar tunggu karena ada outlet lain yang sama dan sejenis tetapi menggunakan merk lain.  Kami tidak bisa menunggu, pilihan berikutnya adalah Plaza JB.  Di tempat inilah kami bisa mendapatkan kavling dan mulai menjalankan usaha ini pada bulan Februari 2010.  Sudah lazim dalam dunia bisnis ada yang disebut target penjualan.  Kami menargetkan penjualan sebanyak 30 cup per hari untuk mencapai Break Even Point (BEP) dalam jangka waktu 6 (enam) bulan, dan kenyataan di lapangan adalah target itu bisa dicapai pd waktu hari Sabtu dan Minggu (week end) sedangkan sisa harinya penjualan kami dibawah target yang ditetapkan.  Kami tetap bertahan dan terus berpikir untuk melakukan manuver2 untuk mendongkrak penjualan.

Lalu, datanglah kesempatan itu.  Ketika saya berbincang-bincang dengan Pak Ruwiyono Hadi, pemilik kursus musik JM dimana puteri sulung saya Ola adalah murid kursus piano disana, Pak Rui (demikian beliau biasa disapa) mempunyai rencana untuk membuka Café di depan studio musiknya.  Naluri bisnis sy saat itu langsung mengatakan bahwa ini sebuah kesempatan untuk meningkatkan omzet penjualan semerbak coffee yg sedang berjalan.

Saya dan isteri melaksanakan perundingan khas kami, yaitu di dapur.  Sambil menikmati kopi pagi dan sang isteri memotong bawang merah untuk menyiapkan nasi goreng sarapan kami, mulailah kami membahas kemungkinan memindahkan bisnis semerbak coffee dari Plaza JB ke Café JM.  Suasana saat itu mirip diskusi ekonomi antara Sri Mulyani dan Faisal Basri….. dari mulai anilisis SWOT sampai dengan analisis keuangan model terbaru (harap maklum saja, isteri saya seorang factory account di sebuah perusahaan besar) semua dikupas tuntas diselingi dengan teriakan anak2 kami yang sudah mulai kelaparan minta sarapan.

Dan inilah minutes of meeting rapat ekonomi yang dilaksanakan di dapur rumah kami itu :

  • Bertahan di Plaza JB akan menambah masa pengembalian modal dikarenakan target penjualan per hari tidak tercapai.
  • Lokasi Café JM sangat strategis yaitu di jalan Tarum Barat II yang merupakan jalur utama alternative untuk keluar masuk ke kawasan Jababeka II.
  • Biaya sewa tempat dan overhead lebih murah sehingga bisa menekan biaya operasional.
  • Café JM adalah berlokasi di JM musik studio, yang sudah mempunyai cukup banyak murid yang umumnya adalah anak2 sampai remaja. Ini adalah potential captive market yang tidak boleh dilewatkan.
  • Proses pemindahan booth akan menimbulkan persoalan teknis, tetapi kami sepakat akan dihadapi bersama.
  • Dan terakhir tetapi yang paling utama adalah semua kami serahkan kepada Sang Maha Pengatur Kehidupan, Tuhan YME.  Kami hanya melaksanakan tugas2 sebagai manusia yg sedang berjuang memperbaiki keadaan dan Tuhan akan menjalan tugasNYA sebagai Sang Maha Pemberi Rahmat.

Mulailah kami menjalankan proses pemindahan booth semerbak coffee dari Plaza JB pertengahan bulan Juli 2010, yang ternyata diwarnai dengan suka dan duka.  Saat itu, setelah kami sudah berhasil membongkar booth, kami berniat untuk mengangkut menggunakan mobil milik kami.  Ya, betul… tujuannya supaya lebih irit.  Tetapi apa daya, setelah dibolak-balik booth itu tetap tidak bisa masuk kedalam mobil kami.  Lalu pandangan saya tertuju kpd sebuah mobil box yang sedang parkir tak jauh dari tempat kami.  Saya menawarkan untuk meminta jasa sang sopir yang sedang tiduran di belakang kemudi.  Ternyata dia sedang menunggu barang yang akan diangkut dan masih punya waktu beberapa jam luang.  Singkat kata pak sopir bersedia membantu.  Tanpa kesulitan berarti semua booth dengan sekejap sudah ada di dalam mobil box itu.  Mulailah perjalanan pemindahan booth itu.

Bagi mereka yang tinggal di kawasan jababeka II Cikarang Baru sudah pasti tahu bahwa untuk memasuki kawasan pemukiman ini dihadang dengan banyak portal.  Bukannya kami tidak tahu tentang ini, tetapi tidak ada salahnya mencoba siapa tahu mobil box ini bisa melewati portal.

Benar juga, mobil box ini tidak bisa melewati portal di jalur jl Tarum Barat padahal lokasi café JM sudah terlihat dari jauh.  Cari solusi, jalan melingkar.  Lalu kami berbelok-belok mencari jalan alternative melalui jalan2 kecil jalur jl. Singa raya, jl. Rusa, jalan kampung yang tidak ada namanya, dan…. Terhadang lagi portal di kawasan jl. Kelinci. Alamak…

Akhirnya, atas inisiatif teman saya yang membantu, dianjurkan untuk meminta bantuan si Engko Halim, bos nya material Fajar Jaya agar bisa meminjam mobil carry bak yang ukurannya lebih kecil sehingga bisa menembus portal.  Singkat kata, atas kebaikan hati Engko Halim kami diberi pinjam mobil carry bak nya.  Dan booth yang sudah dibongkar itu di-pindahmobil-kan di depan material.

Tanpa hambatan yang berarti, selanjutnya booth itu sampailah di pelataran café JM untuk di re-build lagi.  Saat itu bertepatan dengan soft launching café JM dan booth semerbak coffee sudah berdiri di sana.

Dan apa yang terjadi pada hari-hari awal beroperasinya semerbak coffee di café JM, membesarkan harapan kami.  Omzet penjualan pada hari kerja (senin s.d. jum’at) jauh melebihi di tempat yang lama.  Itu berarti kalau omzet week-end juga bisa melebihi paling tidak sama dengan yang terdahulu maka kami bisa mengatakan bahwa kami tidak salah dalam memilih keputusan…. Paling tidak sampai saat ini.

Kisah ini kami ceritakan kepada pembaca sekedar berbagi pengalaman, bahwa tidak usah ragu dalam mengambil keputusan.  Disaat harus memilih, pertimbangkanlah masak2 berbagai faktor yang terlibat.  Selanjutnya serahkan semua sisanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang akan menentukan proses finishing touch nya.

Terima kasih.

Salam hangat,

Faisal dan Ita

http://opsdistro.wordpress.com/

http://faisalmahbub.blogspot.com/

Berita dari MMC 5

Posted: Juli 22, 2010 by Kuliner klub in Kegiatan
Tag:, ,

Akhirnya muncul juga berita dari kegiatan Mastermind Cikarang 5 yang selama ini selalu ditungguin mentornya.

Munculnya berita ini membuat sang mentor makin yakin bahwa pertemuan tidak harus dihadiri oleh seorang mentor, karena sebenarnya anggota MMC 5 sudah pantas melangkah sendiri dan bersienrgi ala MMC 5.

Semua mastermind pasti punya ke”khas”-an masing-masing dan sebentar hari lagi akan kita lihat MMC 5 yang makin mbeledug!

Ini beritanya.

+++
Pertemuan MMC 5 yang dilaksanakan di rumah pak Tri di perumahan graha asri cikarang pada tgl 18 Juli 2010 (mgg) semakin dijalari virus untuk segera action jadi pengusaha……

Sayang sekali mentor kami Pak Eko SHP berhalangan hadir, tapi walau demikian semangat yg ditularkan mentor sudah mulai menjalar kepada semua member MMC 5……

Alhamdulillah acara berjalan lancar dan penuh semangat.

Peserta yang hadir ada 12 orang….dan ada rencana pada pertemuan berikutnya untuk membicarakan agar dibagi 2 (dua) ..

Bagaimana pak mentor?

Member yang rencana Action dalam waktu dekat

1. Pak Irsyad: launching Mie ayam bakso mandiri di daerah Duren sawit jakarta (1 Agust 2010)
2.Ayyash coklat, launching counter di mal lippo Cikarang (1 Agus 2010)
3. Ibu selly/Pak gunawan, launching bakwan malang dan siomay bandung di ruko taman aster (akhir August 2010).

Ada juga yang rencana launching pada bulan Sept, Oct dan Januari……
tunggu berita selanjutnya…

Sukses ya semuanya…..

Mutia
MMC 5

+++

Tanggal 18 Juli 2010 memang hari sibuk di Bekasi. Mulai dari Car Free Day yang menjadi ajang kopdar Beblog secara outdoor, pertemuan rutin MMC1 di Mie Pelangi, MMC5, penyelesaian kasus Etika Bisnis, sampai ke latihan Band pada hari itu juga. Semu aacara itu harusnya diikuti oleh sang mentor, tetapi karena tubuhnya hanya satu, maka tidak semua acara bisa diikuti.

Maju terus MMC 5. Sampai ketemu di pertemuan selanjutnya.

Salam Sehati.

+++

MMC 5 dan 6 saat masih bergabung dan belum dipisah

MMC 5 dan 6 saat masih bergabung dan belum dipisah

Cafe JM : Tongkrongan baru (lagi) di Cikarang

Posted: Juli 20, 2010 by Kompor Narsis Cikarang in kuliner
Tag:, , , , , ,

Malam baru dimulai dan terlihat Cafe JM sudah ramai dengan pengunjung. Dengan suasana yang temaram, cafe JM ini jadi suatu ajang nongkrong baru untuk warga Cikarang.

Turun dari motor aku langsung disapa oleh sekelompok orang yang sedang duduk mengitari sebuah meja. Ternyata mereka adalah kelompok Mastermind Cikarang 4 (MMC 4) yang sedang melaksanakan pertemuan rutin mereka.

Mumpung pak Eko ada disini. Ada beberapa teman baru yang ingin dijelaskan masalah mastermind pak. Monggo silahkan gabung lesehan disini pak”.

Sepintas kulihat wajah-wajah asing dan sebuah wajah yang sangat kukenal. Kusalami mereka semua dan aku langsung tancap gas bicara tentang panduan mastermind. Pak Ruwi, pemilik cafe JM yang ikut nimbrung kemudian membuat suasana menjadi semakin “panas”.

“Pokoknya kalau ada pak Eko dijamin mbeledug pak!”, gurau pak Ruwi sambil ngeloyor setelah mengambil beberapa pose kita dengan camera ponselnya.

Karena pandanganku mengikuti pak Ruwi, aku jadi melihat bosnya kelompok Mastermind 6 (MMC 6) yang datang dan ikut bergabung di cafe ini. Pas saat itu aku sedang selesai bercerita tentang salah satu anggota MMC 6 yang begitu masuk mastermind langsung berani buka usaha di Mall Lippo Cikarang.

“Mimpi buka usaha di mall yang besar itu, adalah sebuah keinginan yang sudah lama dari mereka. Kebetulan memang aku kenal mereka sejak mereka masih berjualan di pasar kaget Jababeka, tapi tidak di dalam arena pasar melainkan di luar pasarnya, karena mereka tidak mengantongi ijin jualan”

“Dengan bertemu dalam ajang mastermind, maka keinginan kuat mereka itu langsung tersalurkan berkat dukungan yang luar biasa dari para anggota kelompok MMC 6″

“MMC 6 ini sebenarnya adalah kelompok sisa saja, karena mereka hanya limpahan dari MMC 5 yang kelebihan anggota. Kenyataannya meskipun  jarak memisahkan mereka, tetapi semangat menyatukan mereka, sehingga tanpa banyak berpikir mereka langsung membuat target. Pertemuan ketiga mereka tentukan di mall lippo Cikarang, karena ada anggota yang akan buka usaha”

“Luar biasa memang manfaat dari Magic Meeting ini”

“Termasuk Cafe JM ini adalah hasil dari Magic Meeting itu!”, kataku saat menarik nafas dulu untuk memberi kesempatan pendengar menelaah ucapanku.

Cafe JM ini sendiri merupakan usaha bersama dari beberapa teman di MMC1 maupun MMC lainnya.

“Kalau modal untuk membuka usaha terasa berat, maka kenapa tidak usaha bersama saja. Lebih ringan dan bisa sambil belajar, meskipun tetap dituntut untuk untung”

Tadinya aku ingin makan siomay yang promosinya begitu gencar di Facebook, tapi melihat wajah pak Gun dan mengingat leszatnya ayam bakar pak Gun, maka aku tidak bisa pindah lagi ke lain menu.

Bukaan rana 3.1 kecepatan 2,5 detik FL 5 mm

Bukaan rana 3.1 kecepatan 2,5 detik FL 5 mm

“Ayam bakar pak Gun, tanpa sayur asem tambah Semerbak Coffee”, begitu pesanku pada pak Gun yang melayaniku dengan ramahnya.

Komposisi menu makanan dan minuman yang kayaknya tidak begitu pas, tetapi kenapa tidak dicoba.  Toh keduanya sama-sama enak, sama-sama di atas rata-rata nikmat dan lezatnya.

Bener saja. Sehabis makan ayam bakar aku harus menghabiskan teh tawar dulu baru kemudian minum semerbak coffee.

Bukaan rana 3,1 Kecepatan 2,5 detik dan FL 5 mm

Bukaan rana 3,1 Kecepatan 2,5 detik dan FL 5 mm

Di sela-sela antara makan ayam dan minum semerbak coffee, kuselingi dengan membuka klinik blog lagi dan kemudian dilanjut dengan nyanyi-nyanyi bersama band Cimart +- (plus minus), artinya plus anggota baru (keyboard, mas YY) dan minus anggota lama (Mas Rawi, mas Wisnu, mas Anas dan pak Arry).

Kalau dulu komunitas TDA punya beberapa tempat nongkrong, mulai dari NetComm sampai Mie Sehati, maka tambahan tempat nongkrong baru di Cikarang ini tentu akan makin membuat anggota komunitas TDA bisa makin mudah memilih tempat berkumpul.

Sebelum pulang aku dicegat pak Ruwi.

“Pak Eko, teman-teman dari MMC4 ternyata berminat untuk jualan roti bakar di Cafe JM. Bagaimana kalau bu Eko gabung dengan MMC4?”

“Mantap pak Rawi. Pasti istriku akan lebih senang bergabung denga mereka. Dari aku sendiri, makin lengkap jenis jualan di cafe ini akan makin membuat pengunjung betah berlama-lama di sini”

Malam makin larut dan akhirnya aku harus berguling di atas kasur empuk. Mimpi hari ini pasti indah. Insya Allah. Amin.

+++
Ketika cameraku dibawa Hendra, aku jadi ingat untuk memotret obyek dengan memanfaatkan tembakan menerus dari fasilitas yang ada di Powershoot SX 210 IS (0.7 fps).

Sayang tidak ketemu obyek yang cocok, jadi aku ambil saja foto Semerbak Coffe dengan pengaturan yang berbeda dari aturan yang ada di gambar atas.

Bukaan tetap 3.1 Kecepatan 2/5 dan FL 5 mm

Bukaan tetap 3.1 Kecepatan 2/5 dan FL 5 mm