Arsip untuk Januari, 2010

Soft Opening : "Pondok Rasa Cimandiri"

Posted: Januari 3, 2010 by Kompor Narsis Cikarang in kuliner
Tag:,

Target untuk memulai usaha warung nasi sederhana khas Sunda di tanggal 6 September akhirnya bisa terlaksana. Dengan disertai perjuangan tiada henti dan doa (terutama panitia pembangunan mesjid yang selalu mendoakan : “semoga disehatkan keluarganya, dimudahkan usahanya…….”), Minggu sore jam 16.30 warung nasi sederhana “Pondok Rasa” Cimandiri secara simbolik dibuka oleh ketua mmc1, Bapak Mualif.

“Bismillahirahmanirohim, dengan ini warung nasi sederhana Pondok Rasa Cimandiri dibuka”.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan WIFLE. Berhubung waktunya hampir mendekati bedug magrib akhirnya disepakati WIFLE hanya membahas mengenai strategi dan langkah-langkah yang harus diperbaiki untuk melanjutkan oleh pengelola warung nasi sederhana khas sunda ini. Karena baru buka, warung ini masih banyak yang harus dibenahi seperti kesan polos bisa disiasati dengan memasang penyekat setengah badan didepan warung.

Suasana diskusi mmc1 yang penuh ide-ide brilianLokasi warung yang berada dilingkungan ruko dengan banyak usaha bengkel, memungkinkan untuk karyawan bengkel setingkat operator melakukan pembayaran secara tempo/bayar habis gajian. Menanggapi hal ini team mmc1 memberikan masukan untuk melakukan pendekatan dengan pemilik usaha sehingga ada jaminan pembayaran dengan cara memotong langsung dari karyawan yang bersangkutan. Selain itu diperlukan langkah menyebar brosur untuk menginformasikan bahwa di ruko Cimandiri telah hadir warung nasi sederhana. Dinding warung yang masih putih akan lebih menarik jika ditampilkan daftar menu.

Tak terasa waktu bedug magrib hampir tiba, segera saja WIFLE ditutup dengan doa untuk dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

“Rasanya mantap Mas Gun udah layak jual nih”, komen Pak Eko.

“Sambalnya juga oke nih Mas Gun”, timpal Pak Rui.

“Alhamdulillah, rasa udah bisa diterima lidah”.

“Loh, kok warung nasi sunda ada urapnya?”, tanya Pak Mualif keheranan.

“Masakan sunda ada urapnya juga Pak”.

“Wah ada labu siam rebus juga ya, coba ah…,”

Alhamdulillah respon dari teman-teman mmc1 cukup baik. Tinggal memantapkan penjualan jumlah porsinya saja. Sekarang ini baru soft opening, insya allah setelah lebaran akan diadakan grand opening. Pak Rui siap mensupport dengan team unplugg-nya, free. Semoga kedepan warung nasi sederhana ini bisa maju seperti RM Sami Kuring-nya Pak Wisnu.

Amien….

Buka stand di Heritage of Percussion

Buka stand di Heritage of Percussion

Pagi-pagi aku menyiapkan perlengkapan untuk membuka warung lesehan di Cimart dalam rangka Bazar bulanan yang rencananya akan menjadi agenda rutin Cimart. Sebentar kemudian datang pak Nana dan pak Ipung, dua tokoh Cimarter yang memang tidak patut diragukan lagi kegigihannya mendukung semua kegiatan CiMart.

Setelah selesai menggelar tikar, menghidupkan kompor blue energy [baru], maka akupun meluncur ke rumah untuk mengambil perlengkapan lainnya, termasuk bahan untuk membuat Mie Hijau.

Jam 10.00 tepat, maka acara Bazar sudah mulai ramai dan akupun meninggalkan acara ini untuk mengikuti acara yang lain, yaitu wisata bisnis bersama MMC1 [Mastermind Cikarang 1]. Sambil tersenyum akupun jadi ingat beberapa acara tabrakan yang sering terjadi dalam hidupku. Kadang dua acara tabrakan dan beberapa kali aku juga mengalami tabrakan acara yang lebih dari dua acara dan akhirnya gagal kuikuti semua. Hari ini, alhamdulillah, aku sukses mengikuti kedua acara yang tabrakan itu. Itulah sinergi !

Ini adalah perjalanan bisnis menuju ke Bengkel pak Agus di Karawang.

Ada tujuh orang yang mengikuti perjalanan bisnis ini. Tujuannya adalah memberi masukan pada usaha bengkel yang dikelola oleh salah satu anggota MMC1. Kalau biasanya masukan diberikan saat diadakan pertemuan rutin MMC, maka kali ini rombongan MMC1 ini langsung menuju lokasi yang didiskusikan, sehingga diharapkan aura bisnisnya lebih terasa saat akan memberikan masukan. Yang juga membuat suasana menjadi lain adalah ikutnya Lilo dalam rombongan ini.

Begitulah, kita akhirnya sampai ke lokasi Bengkel.

Beberapa teman langsung berdiskusi tentang bagaimana sebaiknya bisnis bengkel ini dikelola dengan cara yang lebih baik. Masukan ini ada yang sudah dilakukan dan ada juga yang langsung ditindak lanjuti dengan “action” nyata.

Pak Rui dan pak Budi langsung memindahkan tempat jualan ban ke halaman depan bengkel. Rak ban ini tadinya berada di dalam ruangan bengkel dan mengganggu lalu lintas di dalam bengkel, sehingga begitu dipindahkan ke luar ruangan, suasana dalam bengkel jadi terasa lebih lega dan bengkelpun tampil lebih impresiv.

“Debu di ban ini harus dibersihkan”, begitu saran Lilo yang kemudian ternyata dilaksanakan oleh pak Rui.

Wah lilo sudah punya naluri bisnis juga rupanya. Memang lilo terlihat mondar mandir di bengkel dan di luar bengkel. Beberapa saat kemudian Lilo kembali menyampaikan masukannya, ” kok nggak ada pelek pak?”

“Stiker scotch light juga gak ada..”, begitu Lilo kembali memberikan masukannya.

Beberapa saat kemudian pak Mualib, ketua rombongan, juga memberikan masukan tentang perlunya pengadaan stok spare part yang paling sering dibeli dan dicari yang harganya murah agar tidak mengganggu perputaran modal [cash flow].

Kembali ucapan Lilo menjadi salah satu masukan buat diskusi para orang tua di bengkel ini.

Acara hari ini benar-benar terasa berbeda. Mungkin kelompok mastermind lain pernah mengadakan hal semacam ini, tetapi bagi MMC1 ini adalah kegiatan wisata bisnis perdana yang membuat pertemuan rutin menjadi tidak monoton.

Jadi inget beberapa bulan lalu, pak Gun juga telah memberikan idenya untuk melakukan pertemuan di udara terbuka. Pertemuan rutin MMC memang kadang memgalami pasang surut peserta, tetapi dengan adanya variasi model pertemuan, maka sampai saat ini MMC1 tetap rutin melakukan pertemuan sesuai jadwal.

Insya Allah MMC1 terus melahirkan ide-ide baru dan selalu sukses mengadakan acaranya. Saat ini acara besar yang sudah menghadang adalah Workshop Cara Cepat Menulis Buku dengan metode 12 PAS, tanggal 16 Januari 2010 di Resto Samikuring.

Semoga sukses. Amin.

+++

Sampai di Bengkel, langsung melihat situasi kondisi setempat.

Setelah rak ban dikeluarkan dari dalam bengkel. Sepeda motor yang ada di dalam bengkel, meskipun milik montirnya atupun milik siapa saja, dikeluarkan juga dan ditempatkan di dekat rak ban agar suasana bengkel terlihat lebih impresif.

Lilo merasa debu di ban yang masih baru ini terlalu tebal, sehingga perlu dibersihkan dulu agar tidak malah menjadi publikasi negatip.

Pak Rui dan pak Budi tidak mendengar masukan Lilo, tetapi jalan pikiran mereka sama dengan Lilo, sehingga langsung “action” untuk membersihkan ban yang ada di rak ban tersebut. Lilo memgawasi seolah-olah dialah bosnya. Hehehe…

Final check kebersihan ban oleh Bos LiLo. Hehehe…semoga jadi bos beneran nanti kalau kamu sudah besar ya nak. Insya Allah, Amin.