Arsip untuk Juli, 2009

Kembali ke AlaM

Posted: Juli 14, 2009 by Kompor Narsis Cikarang in Baik Sangka, Berbagi
Tag:, , , ,

Gemersik daun diterpa angin, gemercik air mengalir dan suara burung-burung kecil yang riang gembira mengiringi acara Mastermind Cikarang 1 [MMC1] di bundaran Golf Jababeka.

Adalah kondisi kesehatan pak Sangadi Budi yang tidak mengijinkan untuk menerima tamu yang membuat MMC1 memindahkan pertemuan dari rumah pak Sangadi Budi ke tempat ini. Ide ini muncul dari mas Gun Gunawan, yang ingin suasana santai tetapi tetap serius.

Acara dimulai dari paparan pak Nas tentang pemasaran yang baik di masa ini dan action yang sebaiknya dilakuakn etrhadap suatu ide.

Mutu sudah menjada suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi. Mutu atau Mati, begitulah kira-kira prinsip bagian produksi agar bisa dipasarkan dengan mudah oleh pemasar.

Mutu adalah pemasaran yang diam, artinya tidak perlu banyak bicara kalau mutunya baik, maka dia akan menjadi showroom yang cantik menarik untuk produk yang kita pasarkan.

Mutu juga adalah pembunuh yang kejam, karena setiap bagian produksi melakukan produk yang tidak bermutu akan membuat produk menjadi susah dipasarkan.

Sebuah komplain dari pengguna produk kita sebenarnya tidak hanya komplain tunggal, ada 24 orang di belakang sebuah komplain. Jadi satu komplain sudah mewakili 25 komplain yang lain.

Jangan lupa, dari komplain yang mereka sampaikan kemudian kita selesaikan sehingga memuaskan mereka, tidak semuanya tetap akan memakai produk kita lagi.

Tanggapan dari para peserta MMC1 inipun beragam, misalnya saat ini selain mutu, maka yang penting lagi adalah menciptakan produk yang berbeda dengan pesaing. Inilah keunggulan produk kita yang susah diitru oleh pesaing.

Disini dibutuhkan kreatifitas yang tinggi, agar keunggulan produk kita tidak dibarengi dengan kenaakan biaya produksi.

Setelah paparan dari pak Nas selesai, maka dilanjutkan dengan  acara paparan mimpi masing-masing peserta MMC1 ini.

Pak Mualib masih mimpi untuk membuka sebuah kantor pemasaran lagi di Tangerang.

Pak Nas masih mimpi untuk meningkatkan omzet penjualan sabun curah sampai 10 ribu L/bulan.

Pak Eko masih mimpi untuk membuat sebuah kumpulan tulisan untuk diterbitkan dan di”launching” pada saat buka bersama di bulan September. tadinya direncanakan pada tanggal 14 September 2009, tetapi pak Rui juga punya acara di tanggal 11 September 2009, jadi akan digabung saja, dengan tanggal yang dekat-dekat tanggal itu.

Ada kegamangan antara terus menulis dan usaha buka Bakmi Perto, sehingga teman-teman langsung memberikan support agar terus semangat dan keras pada diri sendiri.

Resto Samikuring akan menjadi tempat pertemuan di tanggal tiu.

Pak Rui mengutarakan mimpi-mimpi jangka pendeknya. Membuat kartu anggota yang sekaligus kartu diskon dari beberapa bisnis yang dijalankan oleh masing-masing anggota MMC1.

Pak Agus terus berupaya agar fokus pada salah satu bisnisnya. Dibahas juga mengenai bisnis bengkel yang sebenarnya prospektif tetapi montirnya masih keluar masuk.

Pak Gun Gunawan, sedang mencari pilihan alternatif terbaik antara membuat kue sendiri atau mengelola restoran khas sunda.

Mbak Win beralih target, dari membuat modifikasi kerudung menjadi pembuatan tas. Saat ini suah 250 tas yang dipesan dan kesulitan dengan etnaga penjahitnya.

Semua masalah itu dibahas secara santai dan penuh canda, sehingga masing-masing peserta merasa puas denga masukan yang diterimanya.

Pertemuan yang akan datang rencananya diadakan lagi di tempat yang sama. Sejuk segar dan nyaman. Kekurangannya hanya pada laptop yang tidak ada sumber listriknya.

Sampai ketemu di pertemuan MMC1 yang akan datang.


.

Iklan

MMC1 di Bunderan Golf

Posted: Juli 14, 2009 by Kompor Narsis Cikarang in Baik Sangka, Berbagi
Tag:, , , , ,

Rencana pertemuan MMC1 minggu ini di Rumah pak Sangadi Graha Asri, namun karena beliau masih dalam tarap penyembuhan dari sakitnya akhirnya disepakati tempat pertemuan dilakukan ditempat terbuka tepatnya di Bundaran golf Jababeka.

Wah ternyata pertemuan di tempat terbuka lebih nyaman dan segar. Apalagi ditambah dengan makanan yang berlimpah. Namun sayang ada satu kendala yang agak mengganggu, MCK nya tidak ada. Terpaksa deh numpang di Presiden University atau Masjid Al Azhar, untuk buang hajatnya.

Sayang pertemuan kali ini tidak lengkap. Paling tidak ada 3 peserta yang tidak hadir. Namun walaupun demikian acara malah lebih semarak dan terasa agak terharu.

Bagaimana tidak, sebelum acara dimulai pak Rui menceritakan bagaimana perjuangannya membuat tabungan haji, dengan uang yang hanya Rp.505.000,-. Kemudian ditambah Mbak Wiwin yang merasakan rezkinya tambah deras mengalir setelah meniatkan diri berhaji dan membuka tabungan haji.

Oke. Selamat deh kepada mereka berdua yang telah mengambil langkah nyata membuka tabungan haji.

Mudah-mudahan rencana berangkat Tahun 2012 benar-benar terwujud. Berarti sekarang sudah ada 5 peserta yang sudah mempunyai tabungan haji. Pak nas dan Mas Gun rencananya pertemuan depan akan membuka tabungan hajinya.

Kami tunggu pak semoga dimudahkan.
Amin.

La yang lain gimana? Mas Ary dan Mbak yayuk.

Setelah peserta kumpul semua lalu Mas Gun membuka acara dan dilanjutkan dengan presentasi oleh Pak Nas, yang berbicara masalah “Pengaruh Mutu Terhadap Penjualan”. Begitu kira-kira judulnya.

Dari apa yang disampaikan pak Nas dapat disimpulkan bahwa trend pemasaran jaman sekarang dan akan datang akan ditentukan oleh keunikan dan kualitas barang .

Oleh sebab itu sekarang banyak kita temui perusahaan-perusahaan seakan berlomba melakukan inovasi untuk menjadi yang terunik dan unggul.

Untuk menjadi pemenang dalam persaingan ini pengusaha diharapkan memperhatikan setiap keluhan yang disampaikan pelanggan. Karena ternyata keluhan pelanggan mempunyai efek yang luar biasa.

Dari penelitian diproleh hasil bahwa 1 pelanggan yang kecewa sebenarnya mewakili 25 pelanggan yang lainnya. Sementara loyalitas pelanggan menentukan besar kecilnya profit dari perusahaan tersebut. Karena ternyata untuk mencari pelanggan baru biayanya lebih dari 10 x dibanding biaya untuk mempertahankan pelanggan yang ada. Dan yang menarik lagi ternyata ide inovasi 80 % karena adanya keluhan dari pelanggan. Karena itu jangan anda takut atau menghindari pelanggan yang mengeluh atau yang bawel sekalipun. Karena pelanggan yang bawel dapat dipakai untuk mempromosikan produk kita.

Lo kok bisa. Ya ceritanya begini, ketika om Bob Sadino masih jualan sayur pakai gerobak ke komplek-komplek perumahan. Om bob dikenal sebagai sebagai pedagang yang jujur dan baik hati.

Om Bob mempunyai pelanggan ibu-ibu yang bawel namun mereka ini mempunyai teman yang banyak karena aktip di berbagai kegiatan.

Selama ini ibu tadi puas dengan pelayanan om Bob. Suatu ketika om Bob menemukan ide untuk menggaet ibu-ibu di komplek itu agar menjadi pelanggannya. Ketika si ibu bawel ini membeli telur sengaja om Bob menyelipkan satu telur busuk. Kontak besuk nya om Bob mendapat dampratan. Om Bob sudah menduga akan terjadi hal semacam itu. Maka dia minta maaf dan akhirnya mengganti 1 telur busuk itu dengan 1 Kg telur yang bagus.

Wah Ibu bawel itu girangnya luar biasa dan dia tak henti-hentinya menceritakan pengalamannya itu kepada teman-temannya. Maka dengan seketika langganan om Bob meningkat lebih dari 2 x lipat.

Kemudian acara dilanjutkan dengan wifle. Giliran wifle yang pertama kali jatuh pada pak Mualif.

Pak Mualif merasa bersyukur sekali dimana pada bulan Juni yang lalu mendapat omzet tertinggi dalam 6 bulan terakhir di tahun 2009 ini.

Peningkatan omzet ini dibantu oleh peran internet. Dalam bulan itu tidak kurang 200 juta diperoleh melalui internet. Namun pak mualif juga tidak lupa meningkatkan peran sales door to door. Karena peras sales ini sangat penting untuk merebut pelanggan yang sudah dikuasai oleh pesaing. Namun pak Mualif merasa mempunyai kendala mencari sales yang dapat dihandalkan.

Ada saran ?

Wifle berikutnya giliran pak Nas. Beliau menceritakan usaha sabun curahnya yang mulai menunjukkan kemajuan. Beliau juga berkeinginan membuka usaha Mie Perto. Namun keinginan beliau ini mendapat tentangan teman-teman. “Kenapa tidak focus di usaha sabun curah saja”. Kata salah seorang teman. Padahal usaha ini sangat menjanjikan dan bisa menjadi usaha bersekala besar. Karena jika dilihat, usaha yang dilakukan tidak seberapa tetapi omsetnya bisa berlipat.

Apalagi jika mau benar-benar digeber, peningkatan omzetnya bukan hanya 100 % , bahkan ada teman yang optimis bisa meningkatkan omset 1000%.

Wajah pak nas nampak merah, seakan tak percaya. Itulah indahnya MMC1 selalu ingin temannya bisa meraih kesuksessan setinggi mungkin.

Kenapa ragu pak nas? Jangan kawatir teman-teman akan membantu dan berdoa.

“ dalam mengembangkan usaha yang penting adalah pengaturan keuangan. Jangan ingin lekas kelihatan kaya, tetapi berusahalah untuk menjadi kaya. Artinya jika ada uang atau profit gunakan untuk meningkatkan omset dan modal. Bukan untuk membeli barang asset apalagi yang konsumtip. Tahan segala keinginan sekuat tenaga nanti jika sudah berlebih bolehlah dipakai untuk memanjakan diri. Namun ingat jangan kosumtip.” Saran pak Mualif.

Matahari sudah semakin panas, namun nampaknya peserta sangat menikmati acara ini. Apalagi kita juga kedatangan tamu dari calon anggota MMC3.

Wifle berikutnya giliran Mas Eko. Beliau mengeluhkan akhir-akhir ini tidak focus pada keinginannya untuk menulis padahal tanggal 14 September sudah semakin dekat.

Beliau juga mengutarakan ingin membuka mie perto. Namun dia takut tidak nyambung dengan kegilaanya untuk menulis.

Menanggapi kepesimisanya mas EKO, teman yang lain menyaut.” Anda tahu pemilik burger dari bali ? jika gak salah namanya Londen, beliau ini hanya lulusan STM. Sekarang beliau sukses menjadi juragan Burger dan menulis buku best seller 4 judul. Hanya lulusan STM. Kita ini sarjana nulis saja gak bisa apalagi jadi buku.” Kata pak Mualif seakan geregetan pada dirinya sendiri.

Setelah mas Eko kini giliran mas Rui yang punya JM studio itu. Ada satu hal yang perlu dicatat dari apa yang diutarakannya. Jika ada peluang tangkap dulu. Baru dipikirkan. Gak masalah kali ini rugi atau untung tipis tetapi yang penting kita dapat pengalaman dan tentunya calon pelanggan setia. Karena itu tidak salah jika mas Rui selalu nampak semangat dan peluang terus mengalir. Karena semangatnya sampai-sampai mau buka tabungan haji uangnya hanya pas-pasan.

Giliran berikutnya Pak Agus yang masih kelihatan gamang untuk memilih usaha apa yang akan ditekuni. Bisnis bengkelnya sebenarnya sudah mulai nampak ada kemajuan karena sudah bisa dipakai untuk menggaji karyawannya. Namun masalah masih terus datang, teknisinya pergi lagi.

“ wah itu pertanda bapak mulai maju pak. So jangan pasrah atau menyerah justru bangkit untuk mengatasi masalah.” Sahut teman yang lain.

Pak Agus juga menyampaikan ada tawaran membuka outsoursing, namun teman yang lain banyak yang tidak setuju. Selain bisnis ini bersipat anget-anget tahi ayam, kenapa tidak focus pada bengkel saja?

Akhirnya tiba gilirannya pemandu acara mas Gun. Nampaknya bisnis mas Gun belum begitu ada perkembangan setelah 3 minggu bertemu. Bisnis rotinya belum juga berjalan. Dan kini dia mulai melirik usaha makanan sunda?

” Wah gimana ini mas Gun. Cepat melangkah dong” teman-teman sudah tidak sabaran ingin mendengarkan kisah suksesnya. Jangan ragu and kawatir.

Akhirnya sampailah pada wifle terakhir yang disampaikan oleh mbak Wiwin pemilik Mie semar. Nampaknya mbak Win pagi ini lebih bersemangat dibandingkan pertemuan yang lalu.

Rupanya beliapun sudah membuka tabungan haji bersama suami dan keberangkatan ibu di undur. Ya benar mbak win memang jika masalah urusan ibadah kita dulu baru orang lain. Beliau juga menceritakan rasanya setelah membuka tabungan haji rezkinya semakin terbuka dan mengalir. Terbukti usahanya membuka jaitan sudah mendapatkan order.

Ya terus jaga momen ini, jangan sampai berhenti terus kembangkan dan jangan lupa sholat dhuha sebagai ibadah pembuka rezki. Insya Allah rezki akan terus mengalir dengan kencangnya.

Rasanya pertemuan MM ini cukup bermanfaat jika kita mau mengambilnya. Jika pertemuan ini dianggap telaga, maka akan banyak kesan yang diperoleh darinya. Ada orang yang berkesan apanya yang berkesan dari telaga ini, pemandangannya biasa-biasa saja dan isinya juga cuma air. Namun ada orang yang beranggapan telaga ini cukup indah udaranya segar, airnya jernih dan riak-riak gelombangnya sangat indah.

Begitulah kita seharusnya memandang disetiap pertemuan MM ini. Kita bisa mengambil pengetahuan, semangat dan pengalaman dari teman-teman kita. Kita bisa saling berlomba untuk mewujudkan menunjukan karya terbaik yang dapat kita lakukan.

Sebenarnya dibalik tujuan naik haji bersama tahun 2012 ada suatu hal yang sangat bermanfaat bagi kemajuan kita masing-masing, yaitu memunculkan keberanian dan kekuatan untuk mewujudkan keinginan yang kita rasa tidak mampu kita raih.

Jika naik haji 2012 ini terwujud, saya yakin kesuksesan akan semakin mudah kita raih. Karena kita sudah mempunyai bukti, kita bisa melakukan hal-hal yang kita rasa belum sanggup untuk melakukannya.

Selamat, salam sukses. See you in the top

==kiriman pak Mualif==

MMC2 : Demo Masak Mie Pageti

Posted: Juli 11, 2009 by Kompor Narsis Cikarang in Baik Sangka, Berbagi
Tag:, , ,

Luar biasa semangat pak Ipung pada pertemuan MMC2 hari ini. Datang paling duluan dan lengkap dengan pasukannya. Sudah begitu, ketika acara MMC2 telah usai, pak Ipung langsung mampir ke Cimart untuk melanggengkan budaya solusi belanja hemat.

Bintang hari ini jelas pak Iman yang biasanya menjadi tukang suruh-suruh, hari ini berubah menjadi tukang disuruh-suruh.

“Ditekan saja pak, jangan digerus. Biarkan pecah tapi tidak sampai hancur”, begitu kata komandan Mie Perto, dan pak Iman tanpa reserve langsung mengerjakan semua perintah yang didengarnya.

Dimulai dari buat adonan berdasar rumus yang dissmpaikan, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan adonan dan pem,buatan adonan menjadi segi empat, maka dalam beberapa saat saja terciptalah mie yang dijamin enak dan tanpa bahan pengawet.

 buat selendang tepung dan masukkan ke mesin
jadilah mie yang segar dan berkualitas

Begitulah kelebihan dan kelemahan mie perto ini. Kelebihannya jelas pada mutu yang sangat tinggi dan rasa yang segar karena memang dibuat pada saat itu dan dimasak pada saat itu juga. Kelemahannya, kalau kita tidak siap, maka saat pelanggan datang berbondong-bondong, maka kita bisa kecapekan membuatnya.

 
pak Nas asyik mencatat petunjuk sang Kaisar
 
masukkan dalam air panas 12 detik saja
 
tambahkan sawi segar 

sawi nan segar [direndam dalam cairan cuka 10 menit dan pilih sawi yang daunnya berlubang]

“Kalau bapak-ibu nanti sudah mempunyai produksi lebih dari 3 kg, itu adalah saat untuk membeli mixer. Tangan kita sudah tidak sanggup lagi untuk membuat mie yang enak dan bermutu tinggi”, begitu penjelasan sang kaisar Perto.

 
kecapnya harus kecap bango ya…
[kalau tidak rasanya akan rusak]

“1 kg tepung ini bisa untuk 18 mangkok dan cukup pakai bumbu satu plastik kecil ini. Harganya hanya 5 ribu saja per-bungkus”, lanjut sang Kaisar,

“Pada umumnya seorang pedagang mie selalu khawatir kalau mienya tidak laku, maka apa yang terjadi?”

“Mienya bener gak laku pak”

“Nah .. begitulah. Kita ini punya pikiran dan yang terjadi akan sesuai dengan pikiran kita”

“Kalau kita punya niat begini pak, kalau gak laku makanan ini kan bis akita makan sendiri, gimana pak?

“Ya sama saja, tetep gak laku mienya, karena sudah yakin mau dimakan sendiri”

Kamipun tertawa mendengar tanya jawab yang dari awal memang selalu segar dan penuh canda tawa.

“Khawatir yang benar itu begini”

“….”

“Kita boleh khawatir kalau mie kita kelarisan dan labanya kebanyakan, sementara semua mesjid di sekitar kita sudah kita sumbang”

“Nah… itu baru kit aboleh kahwatir, kemana ya kita sedekahkan kekayaan kita ini”

Luar biasa memang cara sang kaisar Perto ini memberi semangat pada kita-kita. Rasanya perlu ada demo lagi di rumahku agar aku bisa ketularan jualan mie.

pilih tepung dengan kandungan protein tinggi
perlu cara khusus untuk mie keriting, tapi gampang kok mbuatnya
.