Siang ini bingung mau makan siang dimana, sampai akhirnya ingat pernah janji untuk makan di Angkringan Jogja di Lippo.
Alhamdulillah, hari ini janji itu lunas sudah. Aku dapat menyantap makan siang dengan nikmat, dengan ditemani sebuah paha ayam dan sebotol teh (bukan teh botol).
Pertama tentu difoto dulu sebelum dimakan.
Selanjutnya makan kreceknya dulu. Kalau kreceknya enak, biasanya gudegnya juga enak.
Ternyata kreceknya memang enak. Jadi ujian pertama sudah lolos.
Kulihat ada sambel yang beda dengan sambel yang ada di gudeg yang umum kujumpai. Kayaknya bukan sambel uleg tapi sambel buatan pabrik.
Rasanya tentu saja standard sambal pabrik.
Setelah itu mulai nyoba gudegnya. Cocok!
Ujian yang ke dua juga lulus.
Ujian lainnya adalah ayam dan nasinya. Mestinya ada juga ujian untuk telor, soalnya tidak banyak penjual gudeg yang bisa menyajikan telor dengan rasa yang khas Jogja.
Ayam cukup empuk dengan rasa yang memadai. Begitu juga nasinya tidak terlalu keras dan tidak lembek.
Kesimpulannya, bisa direkomendasikan untuk menjadi pilihan saat kepingin Gudeg Jogja.
Saran saya kalau makan berdua, beli saja tiga porsi, kalau satu orang satu porsi kayaknya masih harus nambah lagi.
Harga nasi gudeg ayam (paha bawah) 19.500.
Kalau saja Angkringan Jogja ini ikut gabung dengan Cafe JM, kayaknya bisa laris manis, dengan catatan ada penyesuaian harga. Segmen pasar yang berbeda mungkin perlu harga yang berbeda pula.
Selamat menikmati lezatnya Gudeg Jogja versi MMC4 ++ di Cafe JM (bener nggak nih? CMIIW)








